ilustrasi sahur puasa

Tips Memilih Makanan Saat Sahur agar Kuat Puasa hingga Magrib

Cara Pilih Makanan Sahur agar Tahan Berpuasa Sampai Magrib

Menjalani ibadah puasa membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam memilih makanan saat sahur. Sahur bukan sekadar makan sebelum puasa, tetapi juga menjadi sumber energi utama agar tubuh tetap kuat hingga berbuka.

Praktisi kesehatan masyarakat dr. Ngabila Salama menyarankan agar sahur mengacu pada konsep Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan RI. Konsep ini menekankan pentingnya keseimbangan gizi dalam piring makan dengan komposisi:

  • 1/2 piring berisi sayur dan buah yang beragam dan berwarna-warni.
  • 1/2 piring lainnya berisi karbohidrat dan protein (baik hewani maupun nabati).

Dengan menerapkan pola makan ini, tubuh akan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk bertahan sepanjang hari tanpa merasa mudah lelah.

Karbohidrat Kompleks: Kunci Kenyang Lebih Lama

Untuk menjaga energi tetap stabil sepanjang hari, penting memilih karbohidrat kompleks sebagai sumber utama energi.

Menurut dr. Ngabila, karbohidrat kompleks memiliki indeks glikemik rendah, yang berarti:

  • Dicerna dan diserap lebih lambat, sehingga melepaskan energi secara bertahap.
  • Membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, mencegah lonjakan dan penurunan drastis.
  • Memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga menghindari rasa lapar di siang hari.
  • Mengurangi risiko resistensi insulin, terutama bagi penderita diabetes atau yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Insight Menarik : Hindari Tipe Makanan Ini Saat Berbuka Puasa

Pilihan Karbohidrat Kompleks untuk Sahur:

  • Nasi merah: Lebih kaya serat dibanding nasi putih, membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
  • Oatmeal: Tinggi serat dan baik untuk pencernaan, dapat dikombinasikan dengan buah dan kacang-kacangan.
  • Kentang rebus atau kukus: Sumber karbohidrat baik yang mengenyangkan lebih lama dibandingkan roti.
  • Ubi jalar: Mengandung serat tinggi, dicerna lebih lambat oleh tubuh, dan memberikan energi yang tahan lama.

Dengan memilih karbohidrat kompleks, tubuh tidak hanya mendapat energi lebih stabil tetapi juga menghindari rasa lemas di siang hari.

Protein untuk Energi Optimal Saat Puasa

Selain karbohidrat kompleks, protein sangat penting untuk menjaga stamina dan mencegah kehilangan massa otot selama berpuasa.

ilustrasi sahur puasa

Protein membantu tubuh tetap bertenaga dan menjaga metabolisme tetap stabil. Beberapa pilihan sumber protein terbaik untuk sahur meliputi:

  • Dada ayam: Rendah lemak, kaya zat besi, seng, serta vitamin B kompleks.
  • Ikan salmon atau tuna: Sumber protein berkualitas tinggi dengan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung.
  • Telur: Mengandung protein lengkap dan mudah dicerna. Bisa direbus, dibuat omelet, atau dicampur dengan sayuran.
  • Tahu & tempe: Sumber protein nabati yang kaya serat, membantu mengontrol nafsu makan.
  • Kacang-kacangan (almond, kenari, kedelai): Kaya protein, serat, dan lemak sehat.

Mengonsumsi protein hewani dan nabati secara seimbang akan membantu tubuh tetap bertenaga lebih lama dan mengurangi rasa lemas di siang hari.

Insight Menarik : Atur Waktu Tidur Saat Ibadah Puasa

Sayur dan Buah: Nutrisi Seimbang untuk Sahur

Sayuran dan buah-buahan kaya akan serat, vitamin, mineral, dan air, yang sangat penting dalam menjaga tubuh tetap terhidrasi dan memperlancar pencernaan selama puasa.

Pilihan Sayur dan Buah yang Baik untuk Sahur:

Sup sayur: Kombinasi berbagai sayuran seperti wortel, bayam, dan brokoli memberikan nutrisi lengkap.

Buah-buahan segar:

  • Pisang: Kaya akan kalium, membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
  • Semangka & melon: Tinggi kandungan air, membantu mencegah dehidrasi.
  • Apel: Serat tinggi, membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.
  • Alpukat: Mengandung lemak sehat, baik untuk pencernaan dan meningkatkan energi.
  • Zaitun: Kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung.

Memasukkan buah dan sayuran dalam menu sahur akan mencegah sembelit, menjaga keseimbangan cairan tubuh, dan membuat tubuh terasa lebih segar sepanjang hari.

Hidrasi yang Cukup untuk Mencegah Dehidrasi

Selain makanan bergizi, cukup minum air putih saat sahur sangat penting untuk mencegah dehidrasi dan menjaga fokus serta energi sepanjang hari.

Tips minum air saat sahur:

  • Setelah bangun tidur: Minum 1 gelas air putih.
  • Saat sahur: Minum 2 gelas air putih untuk menggantikan cairan yang hilang.
  • Sebelum Imsak: Minum 1 gelas lagi agar tubuh tetap terhidrasi hingga sore.

Hindari minuman manis seperti teh manis atau soda saat sahur karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti oleh penurunan drastis, yang bisa membuat tubuh lemas lebih cepat.

ilustrasi sahur puasa

Menurut dr. Ngabila, konsumsi minuman manis saat sahur justru dapat menyebabkan hipoglikemia (penurunan kadar gula darah) di pagi hari, yang bisa menimbulkan gejala pusing, lemas, dan kurang energi.

Sebagai gantinya, pilihlah:

  • Air kelapa murni tanpa tambahan gula, yang kaya elektrolit dan membantu menghidrasi tubuh lebih baik.
  • Teh hijau tanpa gula, yang mengandung antioksidan tinggi untuk menjaga metabolisme tetap stabil.
  • Infused water (campuran air putih dengan irisan lemon, jeruk, atau timun) untuk kesegaran alami.

Insight Menarik : Asah Empati Solidaritas Sosial Ibadah Puasa

Makanan yang Harus Dihindari Saat Sahur

Untuk memastikan tubuh tetap bertenaga sepanjang hari, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur, antara lain:

  • Makanan tinggi gula: Kue manis, sirup, atau teh manis berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat diikuti dengan penurunan energi yang drastis.
  • Makanan berlemak tinggi: Gorengan dan makanan cepat saji sulit dicerna dan dapat menyebabkan rasa haus berlebihan di siang hari.
  • Makanan tinggi garam: Makanan asin seperti keripik atau makanan olahan bisa menyebabkan dehidrasi lebih cepat.
  • Minuman berkafein: Kopi dan teh dalam jumlah besar dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat, meningkatkan risiko dehidrasi.

Dengan menghindari makanan dan minuman tersebut, tubuh dapat menjaga keseimbangan energi dan tetap terhidrasi sepanjang hari.


Menentukan makanan saat sahur sangat penting untuk memastikan tubuh tetap kuat dan bertenaga sepanjang hari selama berpuasa.

Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, dan ubi agar kenyang lebih lama.
Konsumsi protein berkualitas dari ayam, ikan, telur, dan kacang-kacangan untuk energi optimal.
Perbanyak buah dan sayur untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan hidrasi tubuh.
Minum cukup air putih dan hindari minuman manis agar tidak mudah lemas.

Dengan pola makan sahur yang sehat, tubuh tidak hanya lebih kuat menghadapi puasa, tetapi juga lebih segar dan produktif sepanjang hari.

Selamat menjalankan ibadah puasa!

Baca lebih banyak artikel serupa di: resepdanmasakan.com