Wonderful Indonesia Gastronomy 2026: Kuliner Nusantara Menuju Panggung Dunia


Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menggelar Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) untuk tahun kedua. Kali ini gelaran utamanya pindah dari Jakarta dan Bali ke Solo dan Yogyakarta.

Program ini bukan sekadar festival makan-makan. Tahun lalu, Indonesia Restaurant Week saja mencatat transaksi lebih dari Rp16 miliar dari 78 restoran pilihan dalam tiga bulan. Angka itu jadi patokan seberapa besar potensi ekonomi yang ingin dikejar Kemenpar lewat gastronomi tahun ini.

Apa Itu Wonderful Indonesia Gastronomy 2026?

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026: Kuliner Nusantara Menuju Panggung Dunia

WIG 2026 adalah program flagship Kemenpar yang digarap bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN). Mengusung tema “From Local Roots to Global Recognition”, acara ini menempatkan gastronomi sebagai daya tarik wisata, bukan pelengkap.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, menyebut gastronomi dirancang untuk memperkuat citra Indonesia sekaligus menghubungkannya dengan destinasi wisata. Tahun lalu program serupa berpusat di Jakarta dan Bali dengan fokus pada sajian gourmet fine dining.

Tahun ini cakupannya melebar ke destinasi bersantap lokal di Surakarta dan Yogyakarta — kota yang punya warisan kuliner sendiri, dari gudeg dengan filosofi khasnya hingga aneka jajanan pasar tradisional.

Jadwal dan Lokasi

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026: Kuliner Nusantara Menuju Panggung Dunia

Rangkaian utama WIG 2026 berlangsung akhir September hingga awal Oktober 2026 di Solo dan Yogyakarta, diluncurkan di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, pada 15 September 2026. Beberapa program turunannya berjalan lebih panjang:

  • Chef Collaboration — kolaborasi juru masak profesional sepanjang Oktober 2026.
  • Culinary Festival — digelar di 32 pusat perbelanjaan di 14 kota, 7 Oktober–1 November 2026.
  • Indonesia Restaurant Months “Beyond the Plate” — melibatkan 150 restoran terkurasi, 7 Oktober–31 Desember 2026, bekerja sama dengan Priceless by Mastercard.
  • Artisan Market — pameran produk lokal seperti keju artisanal, madu murni, dan teh dari 21 tenant Joglosemar dan Jakarta di Grand Hotel De Djokja, 2–4 Oktober 2026.
  • WIG Talks — lima sesi seminar dan satu diskusi buku dengan 22 pembicara.

Kolaborasi dengan Prancis

Selain memperluas jangkauan domestik, WIG 2026 juga jadi wadah pertukaran budaya lewat kolaborasi dengan Prancis dalam ajang Rendez-Vous Rasa: France-Indonesia Gastronomy Week 2026.

Sebanyak 18 perwakilan media dan tastemaker — 13 dari luar negeri dan lima dari dalam negeri — diajak menelusuri perjalanan gastronomi. Rutenya mencakup Candi Borobudur, Prambanan, Kampung Laweyan, Pasar Gede, sampai sesi minum teh sore bersama GKR Bendara.

Dampak Ekonomi: Belajar dari Capaian 2025

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026: Kuliner Nusantara Menuju Panggung Dunia

Target dampak ekonomi WIG tidak muncul dari angka kosong. Tahun lalu, program Gastro Tour mengajak 13 media dan figur berpengaruh dari sembilan negara, menghasilkan liputan di 38 media internasional dengan total nilai media diperkirakan Rp16,5 miliar.

Sementara itu, Indonesia Restaurant Week 2025 — kolaborasi dengan Priceless Mastercard, melibatkan 78 restoran pilihan — mencatat transaksi lebih dari Rp16 miliar sepanjang tiga bulan pelaksanaan. Artisan Food Market yang diikuti 25 tenant dikunjungi lebih dari 600 orang dan menghasilkan peluang bisnis senilai Rp1,01 miliar.

Angka-angka inilah yang jadi tolok ukur bagi Kemenpar untuk mengulang, bahkan melampaui, capaian tahun ini lewat cakupan WIG 2026 yang lebih luas. Gastronomi sendiri kini jadi salah satu andalan Kemenpar untuk mengejar target 16–17 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026.

Kenapa Gastronomi Jadi Andalan Pariwisata

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026: Kuliner Nusantara Menuju Panggung Dunia

Ketua Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau, menyoroti bagaimana tren kuliner digital generasi Z ikut mendorong permintaan bahan pangan yang sebelumnya kurang dikenal. Efeknya, bahan-bahan lokal jadi lebih terangkat dan kualitasnya makin diperhatikan.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan gastronomi bukan sekadar pelengkap sektor gourmet, tapi juga penopang bagi pelaku UMKM. Pelaku usaha kuliner lokal bisa memakai ajang ini untuk memamerkan produk ke peserta internasional yang hadir.

Pergeseran ini sejalan dengan tren yang lebih besar: makanan berbasis nabati dan bahan lokal makin diminati, seperti terlihat dari pergeseran tren kuliner 2025 ke arah makanan nabati. WIG 2026 memberi panggung bagi arah ini untuk berkembang lebih jauh.

Warisan Kuliner yang Diangkat ke Panggung Dunia

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026: Kuliner Nusantara Menuju Panggung Dunia

Semangat “From Local Roots to Global Recognition” tecermin dari cara WIG 2026 menggali kembali akar hidangan Nusantara. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut program ini sebagai upaya memperkenalkan akar kuliner Nusantara secara lebih mendalam ke publik internasional.

Rantai gastronomi Indonesia, menurut Widiyanti, melibatkan banyak pihak — petani, peternak, nelayan, produsen, juru masak, hingga pelaku usaha lokal yang menjaga tradisi pangan lintas generasi.

Beberapa hidangan daerah yang kerap muncul dalam sorotan gastronomi semacam ini punya kisah panjang di baliknya. Sambal matah Bali dan sate lilit khas Bali, misalnya, jadi contoh bagaimana bumbu dan teknik memasak lokal bisa menarik minat wisatawan mancanegara.

Contoh lain adalah tempe, yang kini melangkah dari makanan tradisional menjadi superfood global. Perjalanan tempe ini jadi ilustrasi nyata dari semangat “local roots to global recognition” yang diusung WIG 2026.

FAQ — Wonderful Indonesia Gastronomy 2026

Kapan Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 digelar?

Rangkaian utamanya berlangsung akhir September hingga awal Oktober 2026 di Solo dan Yogyakarta, dengan program turunan seperti Culinary Festival dan Indonesia Restaurant Months berjalan hingga akhir 2026.

Siapa penyelenggara WIG 2026?

Kementerian Pariwisata bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN), dengan sejumlah program berkolaborasi bersama Priceless by Mastercard.

Berapa target dampak ekonomi WIG 2026?

Kemenpar belum merilis angka target resmi untuk 2026. Acuannya adalah capaian 2025: transaksi lebih dari Rp16 miliar dari Indonesia Restaurant Week, nilai media Rp16,5 miliar dari Gastro Tour, dan peluang bisnis Rp1,01 miliar dari Artisan Food Market.

Apa beda WIG 2026 dengan tahun sebelumnya?

Tahun lalu WIG berfokus pada sajian gourmet fine dining di Jakarta dan Bali. Tahun ini cakupannya melebar ke destinasi bersantap lokal di Solo dan Yogyakarta, plus kolaborasi internasional dengan Prancis lewat Rendez-Vous Rasa.