Ringkasan: Angka Rp89 ribu muncul dari biaya makan sehat versi FAO sekitar US$5 per orang per hari (dolar PPP), lalu dikalikan kurs pasar Oktober 2026. Itu patokan perbandingan antarnegara, bukan harga yang pasti Anda bayar di warung. Hitungan lokal memberi angka jauh lebih rendah, mulai Rp10 ribu hingga Rp40 ribu per hari.
Angka ini beredar di media sosial dan grup WhatsApp keluarga: makan sehat katanya butuh Rp89 ribu sehari. Kalau dikalikan sebulan, hasilnya hampir Rp2,7 juta per orang. Wajar kalau banyak yang kaget.
Kabar baiknya, angka itu perlu dibaca dengan hati-hati. Makan sehat butuh sekitar Rp89 ribu sehari menurut data FAO hanya benar dengan satu syarat: dolar PPP-nya dikonversi memakai kurs pasar. Panduan ini membedah asal angkanya, membandingkannya dengan hitungan lain, lalu menunjukkan cara menyusun menu sehat yang realistis.
Apa Itu Makan Sehat Butuh Sekitar Rp89 Ribu Sehari Menurut Data FAO?

Makan sehat butuh sekitar Rp89 ribu sehari menurut data FAO berarti biaya minimum untuk membeli makanan bergizi seimbang di Indonesia kira-kira US$5 per orang per hari dalam dolar PPP, yang setara sekitar Rp89 ribu jika memakai kurs pasar awal Oktober 2026. Angka ini patokan banding antarnegara, bukan harga menu di warung.
FAO menyebutnya cost of a healthy diet (CoHD). Indikator ini dihitung bersama Bank Dunia. Isinya adalah harga termurah untuk membeli sekumpulan pangan yang tersedia di pasar lokal dan memenuhi kebutuhan energi serta sebagian besar zat gizi.
Satu hal yang sering terlewat: ini bukan daftar menu. Ini keranjang acuan yang dipakai untuk mengukur seberapa jauh makanan sehat dari jangkauan penduduk suatu negara.
Menurut laporan FAO, IFAD, UNICEF, WFP, dan WHO yang terbit 21 Juli 2026 (SOFI 2026), rata-rata biaya makan sehat dunia pada 2025 mencapai 4,28 dolar PPP per orang per hari. Naik dari 3,44 dolar PPP pada 2021 dan 2,94 dolar PPP pada 2017. Indonesia berada di atas rata-rata global itu.
Dari Mana Angka Rp89 Ribu Berasal?

Angka Rp89 ribu adalah hasil perkalian dua bilangan: biaya makan sehat Indonesia versi FAO (sekitar US$5 dolar PPP pada 2025) dikali kurs rupiah awal Oktober 2026 (sekitar Rp17.900 per dolar AS). FAO sendiri tidak menerbitkan angka rupiah tersebut.
Pada Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober 2026, FAO Indonesia menyampaikan bahwa SOFI 2026 menempatkan biaya makan sehat di Indonesia pada sekitar US$5 per orang per hari untuk tahun 2025, dalam dolar PPP berjalan. Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia pada awal Oktober 2026 berada di sekitar Rp17.900 per dolar AS.
| Komponen | Angka | Sumber |
| Biaya makan sehat Indonesia, 2025 | ± US$5 per orang per hari (dolar PPP) | FAO Indonesia, mengutip SOFI 2026 |
| Biaya makan sehat Indonesia, 2024 | US$4,75 per orang per hari (dolar PPP) | FAO, dilaporkan Databoks |
| Kurs referensi JISDOR, awal Oktober 2026 | ± Rp17.900 per US$ | Bank Indonesia, dilaporkan media |
| 2025: US$5 × Rp17.900 | ≈ Rp89.500 | Hitungan redaksi |
| 2024: US$4,75 × Rp17.900 | ≈ Rp85.000 | Hitungan redaksi |
Perhatikan bahwa angka “sekitar US$5” adalah pembulatan dari FAO. Itu sebabnya judul memakai kata “sekitar”. Hasil sebenarnya bisa bergeser beberapa ribu rupiah tergantung angka persis dan kurs yang dipakai.
Karena memakai kurs pasar, angka rupiahnya ikut naik-turun setiap kali kurs bergerak. Harga pangan tidak perlu berubah sama sekali.
Kenapa Angka FAO Tidak Sama dengan Harga di Warung?

Karena FAO menyatakan biaya dalam dolar PPP, bukan dolar pasar. Dolar PPP menyetarakan daya beli antarnegara, sehingga satu dolar PPP di Indonesia membeli barang yang sebanding dengan satu dolar di Amerika Serikat. Kurs pasar tidak mencerminkan itu.
Databoks, mengutip FAO, melaporkan bahwa biaya makan sehat Indonesia 2024 sebesar 4,75 dolar PPP setara Rp28.971, atau hampir Rp30 ribu per orang. Artinya, konversi PPP yang dipakai di situ kira-kira Rp6.100 per dolar PPP.
Dengan faktor konversi yang sama, angka sekitar US$5 pada 2025 jatuh di kisaran Rp30 ribu. Itu hitungan redaksi, bukan angka resmi FAO, tetapi menunjukkan skalanya.
Jadi ada dua cara membaca angka yang sama:
- Kurs pasar: ± Rp89 ribu. Cocok untuk membandingkan Indonesia dengan negara lain dalam rupiah yang mudah dibayangkan.
- Konversi PPP: ± Rp30 ribu. Lebih dekat dengan apa yang sebenarnya dibelanjakan di pasar Indonesia.
Media Indonesia pernah memakai cara pertama. Kompas pada Desember 2022 menulis bahwa biaya pangan bergizi di Indonesia mencapai sekitar Rp69 ribu per hari jika dihitung dengan PPP, saat laporan FAO masih memuat angka sekitar US$4,5. Polanya sama: dolar PPP dikalikan kurs.
Kesimpulannya: Rp89 ribu bukan tagihan makan harian. Itu alat ukur. Memakainya sebagai target anggaran pribadi akan menyesatkan.
Seberapa Beda Hitungan Biaya Makan Sehat di Indonesia?

Hitungan biaya makan sehat di Indonesia berkisar dari sekitar Rp10 ribu sampai sekitar Rp89 ribu per hari, tergantung metode, tahun harga, target kalori, dan konversi kurs. Perbedaan itu wajar, asal Anda tahu apa yang dibandingkan.
| Sumber | Angka per hari | Catatan metode |
| FAO/Bank Dunia (SOFI 2026), kurs pasar | ± Rp89 ribu | US$5 dolar PPP × kurs pasar; hitungan redaksi |
| FAO/Bank Dunia (SOFI 2025), konversi PPP | Rp28.971 | 4,75 dolar PPP untuk 2024, dilaporkan Databoks |
| Kompas + kalkulator Tufts (Desember 2022) | Rp22.126 | Harga BPS 2021; standar Healthy Diet Basket |
| Studi Tufts/GAIN/MSU (Maret 2023) | Rp10.503 (rentang Rp5.600–39.000) | Harga BPS, per ekuivalen dewasa, 2.330 kkal, pedoman gizi Indonesia |
| Prof. Sri Raharjo, UGM | ± Rp40 ribu (±US$2,5) | Estimasi protein nabati dan hewani, 2.150 kkal |
Beberapa hal membuat angka-angka itu tidak bisa dibandingkan mentah-mentah.
Pertama, tahunnya berbeda. Harga pangan 2021 dan 2023 jelas bukan harga 2026. Kedua, target energinya berbeda: 2.330 kkal untuk perempuan dewasa aktif berusia 30 tahun pada kerangka FAO dan studi Tufts, 2.150 kkal pada estimasi UGM.
Ketiga, studi Tufts memilih item termurah di setiap kelompok pangan di tiap lokasi. Hasilnya adalah batas bawah yang sangat ketat. Rata-rata nasionalnya Rp10.503, dengan biaya terendah Rp5.600 dan tertinggi Rp39.000 per hari. Biaya tertinggi tercatat di Papua pedalaman dan wilayah perbatasan dengan Papua Nugini.
Terakhir, ada selisih antara “biaya minimum” dan “belanja nyata”. Rumah tangga hampir selalu membelanjakan lebih dari batas minimum karena selera, kemudahan, dan kebiasaan. Bagian ini dibahas di bawah.
Seberapa Banyak Orang Indonesia yang Belum Mampu Makan Sehat?

FAO memperkirakan 123,4 juta orang Indonesia, atau 43,5 persen penduduk, tidak mampu membeli makan sehat pada 2024. Angka itu turun dari 69,1 persen pada 2020 menurut data FAO yang dirangkum Visual Capitalist. Metode lain memberi gambaran yang sangat berbeda.
Studi Tufts/GAIN/MSU memakai data pengeluaran rumah tangga dari Susenas Maret 2023, lalu membandingkannya dengan biaya makan sehat termurah di lokasi masing-masing. Hasilnya, hanya sekitar 1,5 persen rumah tangga yang pengeluaran pangannya di bawah biaya itu. Di kuintil termiskin, angkanya sekitar 5 persen.
Dua angka itu tidak saling membantah. FAO memperkirakan prevalensi ketidakmampuan memakai distribusi pendapatan dan biaya dalam dolar PPP. Studi Tufts membandingkan belanja pangan aktual dengan harga termurah lokal. Pertanyaannya sedikit berbeda, jadi jawabannya berbeda.
Untuk konteks global, SOFI 2026 mencatat 2,69 miliar orang (32,7 persen) tidak mampu membeli makan sehat pada 2025. Angka ini turun dari 2,97 miliar (37,4 persen) pada 2021.
Catatan verifikasi: persentase 43,5 persen berasal dari edisi SOFI 2025 (data 2024). Angka Indonesia untuk SOFI 2026 sebaiknya dicek langsung pada tabel laporan sebelum dikutip sebagai angka terbaru.
Yang Sebenarnya Menguras Anggaran: Pola Makan, Bukan Hanya Harga

Studi Tufts/GAIN/MSU menemukan bahwa lebih dari 98 persen penduduk Indonesia sebenarnya punya belanja pangan yang cukup untuk memenuhi pedoman gizi nasional dengan item termurah. Masalahnya ada di pilihan, bukan hanya di harga.
Penelitian itu mencatat, hampir semua rumah tangga mengonsumsi makanan diskresioner dan hidangan campuran dalam jumlah besar. Sebaliknya, asupan energi dari buah, sayur, serta kacang-kacangan dan biji-bijian terlalu rendah.
Angkanya cukup tajam:
- Makanan diskresioner (manis, camilan asin, mi instan, olahan daging) menyumbang 24 persen energi yang dikonsumsi. Pedomannya sekitar 4 persen.
- Konsumsi sayur tinggal sekitar separuh dari acuan, dan nyaris tidak naik seiring pendapatan.
- Konsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian di bawah 25 persen acuan pada semua kuintil.
- Rata-rata, pola makan yang dilaporkan hanya memenuhi 49 persen kebutuhan zat gizi dan 58 persen kebutuhan kelompok pangan.
Rumah tangga termiskin pun tetap membelanjakan sebagian uangnya untuk makanan diskresioner dan hidangan campuran. Para peneliti menyimpulkan bahwa menggeser belanja yang sudah ada ke pangan sehat bisa mendekatkan pola makan ke anjuran, tanpa harus menambah anggaran.
Ini temuan yang jarang dibahas di judul-judul berita tentang “makan sehat mahal”. Biaya memang jadi hambatan serius bagi kelompok termiskin dan daerah terpencil. Namun bagi mayoritas rumah tangga, hambatannya juga soal kebiasaan, kemudahan, dan selera.
Seperti Apa Komposisi Piring Sehat ala FAO dan Pedoman Indonesia?

Keranjang acuan FAO terdiri dari 11 jenis pangan lokal dari enam kelompok pangan, disusun untuk memenuhi kebutuhan energi harian dan sebagian besar zat gizi. Pedoman gizi Indonesia yang dipakai dalam studi Tufts punya komposisi serupa dengan alokasi energi yang jelas.
| Kelompok pangan | Energi per hari (kkal) | Porsi energi |
| Makanan pokok (nasi, umbi, dll.) | 1.256 | 54% |
| Minyak dan lemak | 275 | 12% |
| Kacang-kacangan dan biji-bijian | 265 | 11% |
| Pangan hewani | 199 | 9% |
| Buah | 138 | 6% |
| Sayur | 97 | 4% |
| Makanan diskresioner (batas toleransi) | 100 | 4% |
| Total | 2.330 | 100% |
Sumber: pedoman gizi Indonesia 2014 sebagaimana dirangkum dalam studi Tufts/GAIN/MSU (2025). Angka 2.330 kkal mengacu pada perempuan dewasa aktif berusia 30 tahun, bukan target untuk semua orang.
Dari tabel ini, ada dua hal yang memengaruhi biaya. Makanan pokok memegang 54 persen energi, jadi harga beras dan sejenisnya besar pengaruhnya. Buah memegang porsi energi kecil, tetapi harga per kalorinya tinggi, sehingga ikut menentukan total biaya.
Menurut studi yang sama, makanan pokok dan buah masing-masing menyumbang 20 sampai 30 persen dari total biaya makan sehat. Sayur dan pangan hewani menyumbang porsi biaya lebih kecil, meski harga pangan hewani sangat bervariasi antardaerah.
Untuk sayur dan buah, daftar makanan tinggi serat bisa jadi titik awal memilih jenis yang mudah ditemukan di dapur sehari-hari, seperti bayam, kangkung, pepaya, dan pisang.
7 Cara Menekan Biaya Makan Sehat Berdasarkan Temuan Riset

Cara paling efektif menekan biaya makan sehat adalah memilih item termurah di tiap kelompok pangan, menggeser belanja dari makanan olahan ke sayur, buah, dan kacang-kacangan, serta menyesuaikan dengan harga pasar di daerah Anda. Tujuh langkah berikut diturunkan langsung dari temuan studi.
| # | Langkah | Dasar temuan |
| 1 | Prioritaskan kelompok yang paling kurang: sayur, buah, kacang-kacangan | Asupan ketiganya jauh di bawah acuan di semua kuintil (Tufts/GAIN/MSU) |
| 2 | Pilih item termurah dalam tiap kelompok | Metode CoHD memakai item termurah per kelompok; biaya bervariasi Rp5.600–39.000 per hari |
| 3 | Kombinasikan tempe dan tahu dengan kacang kering | Tempe dan tahu relatif murah dibanding pangan hewani, tetapi lebih mahal daripada kacang yang kurang diolah |
| 4 | Geser belanja dari camilan, mi instan, dan gorengan ke pangan sehat | Makanan diskresioner 24% energi, jauh di atas anjuran sekitar 4% |
| 5 | Kurangi makan di luar dan hidangan siap santap | Studi mencatat pergeseran ke pangan kemasan dan makan di luar rumah |
| 6 | Cek harga di pasar terdekat, bukan angka nasional | Biaya antarwilayah bisa berbeda berkali lipat; Papua tertinggi |
| 7 | Tanam sendiri sayur yang mudah tumbuh bila ada lahan | Peneliti menyebut budidaya rumahan sebagai jalan menekan biaya sayur dan buah |
Poin ketiga layak dicermati. Tempe dan tahu adalah pilihan favorit hampir semua lapisan pendapatan, dan itu bagus. Namun kalau tujuan Anda biaya serendah mungkin, kacang-kacangan kering seperti kacang hijau atau kacang merah yang direbus sendiri biasanya lebih murah per kalori.
Untuk inspirasi menu berbahan nabati, ada resep plant-based praktis berbahan tempe, tahu, dan kacang merah yang bisa diadaptasi sesuai harga bahan di pasar Anda.
Cara Menyusun Menu Hemat Mendekati Standar FAO — Step by Step

Cara menyusun menu hemat yang mendekati standar FAO adalah membagi anggaran berdasarkan enam kelompok pangan, mencatat belanja nyata selama seminggu, lalu menggeser porsi dari makanan olahan ke pangan segar. Berikut enam langkahnya:
- Catat belanja pangan satu minggu. Tulis semua pengeluaran makan, termasuk jajan dan pesan antar. Tanpa data awal, Anda tidak tahu bagian mana yang bisa digeser.
- Hitung rata-rata per orang per hari. Bagi total belanja dengan jumlah anggota keluarga dan tujuh hari. Bandingkan dengan kisaran Rp10 ribu sampai Rp40 ribu dari hitungan lokal, bukan dengan Rp89 ribu.
- Tandai porsi makanan diskresioner. Hitung berapa persen belanja mengalir ke minuman manis, camilan kemasan, mi instan, dan gorengan beli jadi.
- Alokasikan ulang ke tiga kelompok yang kurang. Naikkan belanja sayur, buah, dan kacang-kacangan secara bertahap, misalnya satu jenis baru per minggu.
- Susun siklus masak mingguan. Masak sekali, pakai berkali-kali, misalnya dengan sistem meal prep ala Korea untuk bekal kerja yang memisahkan nasi, lauk, dan sayur dalam wadah berbeda.
- Evaluasi tiap dua minggu. Cek apakah belanja diskresioner turun dan variasi sayur naik, lalu sesuaikan.
Langkah kelima membantu menekan godaan membeli makanan siap santap saat jam kerja. Dengan nasi dan lauk yang sudah siap, keputusan pagi hari jadi jauh lebih ringan.
Soal nasi sebagai makanan pokok terbesar, panduan memasak nasi putih anti gagal di magic com berguna agar stok nasi mingguan tidak terbuang karena lembek atau terlalu keras.
Seperti Apa Contoh Komposisi Menu Sehari yang Seimbang?

Menu sehari yang seimbang cukup mencakup enam kelompok pangan: makanan pokok, pangan hewani, kacang-kacangan, sayur, buah, dan sedikit minyak. Tabel berikut contoh komposisi, bukan resep baku dan bukan perhitungan harga.
| Kelompok | Contoh item | Cara olah sederhana |
| Makanan pokok | Nasi putih atau nasi merah, ubi | Dimasak batch, disimpan dalam porsi |
| Kacang-kacangan | Tempe, tahu, kacang hijau | Ditumis, dikukus, atau dibuat sup |
| Pangan hewani | Telur, ikan | Didadar, dikukus, atau digoreng dengan sedikit minyak |
| Sayur | Buncis, bayam, kangkung | Ditumis cepat agar tetap segar |
| Buah | Pisang, pepaya | Dimakan utuh |
| Minyak | Minyak goreng untuk menumis | Secukupnya |
Satu hidangan sederhana sudah bisa menutup dua kelompok sekaligus. Tumis buncis bumbu orak-arik memadukan sayur dan telur dalam satu wajan, dan resepnya bisa selesai sekitar 15 menit.
Harga tiap bahan berbeda di setiap kota dan musim, jadi total biaya menu di atas sengaja tidak dihitung di sini. Untuk estimasi akurat, hitung dengan harga di pasar atau toko tempat Anda biasa belanja.
Satu hal lagi: kebutuhan kalori dan gizi tiap orang berbeda menurut usia, jenis kelamin, aktivitas, dan kondisi kesehatan. Panduan ini bersifat informasi umum, bukan saran gizi perorangan. Untuk kebutuhan khusus, konsultasikan dengan tenaga gizi atau dokter.
Kesalahan Umum Saat Membaca Angka Biaya Makan Sehat

Kesalahan paling umum adalah menganggap angka FAO sebagai tarif harian yang harus dibayar. Padahal itu indikator pemantauan. Berikut jebakan lain yang sering muncul:
- Mencampur dolar PPP dengan dolar pasar. Angka US5dolarPPPtidaksamadenganUS5 yang ditukar di bank.
- Membandingkan angka tahun berbeda. Rp22 ribu (harga 2021) dan Rp89 ribu (hitungan 2026) tidak dihitung dengan cara dan harga yang sama.
- Mengabaikan target kalori. Perbedaan 2.150 dan 2.330 kkal saja sudah mengubah biayanya.
- Menganggap “tidak mampu” berarti “kelaparan”. FAO mengukur ketidakmampuan membeli keranjang acuan makan sehat, bukan kekurangan kalori.
- Menyamakan harga nasional dengan harga lokal. Studi Tufts mencatat rentang Rp5.600 sampai Rp39.000 antardaerah.
- Menyalahkan harga semata. Riset menunjukkan pergeseran ke makanan diskresioner juga berperan besar.
- Menyebar angka tanpa sumber dan tanggal. Tanpa konteks, angka ini cepat berubah makna di grup percakapan.
Catatan Metodologi dan Batasan Data

Panduan ini merangkum sumber publik yang diperiksa pada 16 Oktober 2026. Ada beberapa batasan yang perlu Anda ketahui sebelum mengutipnya.
Angka Indonesia untuk SOFI 2026 (sekitar US$5 pada 2025) diperoleh dari pernyataan FAO Indonesia yang dilaporkan media pada Hari Pangan Sedunia. Tabel resmi laporan di situs FAO tidak dapat diakses otomatis saat riset, sehingga angka persisnya perlu dicek langsung pada laporan.
Perkalian ke rupiah adalah hitungan redaksi, bukan angka yang diterbitkan FAO. Kurs yang dipakai adalah kisaran JISDOR awal Oktober 2026, yaitu sekitar Rp17.900 per dolar AS. Kurs berubah tiap hari.
Studi Tufts/GAIN/MSU memakai data Maret 2023 dan metode yang berbeda dari FAO, jadi tidak bisa dibandingkan langsung. Penulisnya sendiri mencatat bahwa estimasi FAO dan Bank Dunia memakai target kelompok pangan, data harga, dan estimasi pengeluaran yang berbeda.
Artikel ini tidak memuat survei atau data internal pembaca. Semua angka berasal dari sumber yang tercantum di bagian referensi.
FAQ — Makan Sehat Butuh Sekitar Rp89 Ribu Sehari Menurut Data FAO
Apa arti makan sehat butuh sekitar Rp89 ribu sehari menurut data FAO?
Artinya biaya minimum keranjang makan sehat di Indonesia versi FAO sekitar US$5 per orang per hari dalam dolar PPP, yang jika dikalikan kurs pasar awal Oktober 2026 menjadi sekitar Rp89 ribu. Angka itu indikator perbandingan antarnegara, bukan harga menu di warung atau target anggaran keluarga.
Apakah saya harus mengeluarkan Rp89 ribu per hari untuk makan sehat?
Tidak. Angka itu hasil konversi dolar PPP memakai kurs pasar. Dengan konversi PPP, nilainya sekitar Rp30 ribu. Studi Tufts/GAIN/MSU memperkirakan rata-rata biaya makan sehat termurah Rp10.503 per hari pada Maret 2023. Biaya riil Anda bergantung pada harga pasar setempat.
Berapa persen orang Indonesia yang tidak mampu makan sehat?
FAO memperkirakan 43,5 persen penduduk, atau 123,4 juta orang, tidak mampu pada 2024. Studi Tufts/GAIN/MSU dengan data Susenas Maret 2023 menemukan hanya sekitar 1,5 persen rumah tangga yang belanja pangannya di bawah biaya makan sehat termurah. Metodenya berbeda, jadi hasilnya berbeda.
Bagaimana FAO menghitung biaya makan sehat?
FAO dan Bank Dunia menghitung harga termurah untuk membeli keranjang acuan, yaitu 11 pangan lokal dari enam kelompok pangan yang memenuhi kebutuhan energi dan sebagian besar zat gizi. Hasilnya dikonversi ke dolar PPP agar bisa dibandingkan antarnegara.
Bagaimana cara memulai makan sehat dengan anggaran terbatas?
Cara memulainya: 1) catat belanja pangan selama seminggu, 2) hitung rata-rata per orang per hari, 3) tandai belanja makanan olahan dan camilan, 4) geser sebagian ke sayur, buah, dan kacang-kacangan, 5) masak dalam jumlah besar untuk beberapa hari, 6) evaluasi tiap dua minggu.
Ditulis oleh Tim Redaksi resepdanmasakan. Angka dan sumber diverifikasi per 16 Oktober 2026. Artikel ini informasi umum, bukan nasihat gizi atau medis.
Referensi
- FAO, IFAD, UNICEF, WFP, WHO. The State of Food Security and Nutrition in the World 2026, bab 2.2 Cost and affordability of a healthy diet. fao.org
- WHO. UN report: Global hunger levels ease for third consecutive year as regional disparities persist, 21 Juli 2026. who.int
- Tempo. World Food Day: FAO Calls for Innovation to Ensure Healthy Diets in Indonesia, 16 Oktober 2026. en.tempo.co
- Databoks Katadata. FAO: 43.5% of Indonesian Population Unable to Afford Healthy Food in 2024. databoks.katadata.co.id
- Costlow L. dkk. Healthy diets are affordable but often displaced by other foods in Indonesia (Tufts/MSU/GAIN), arXiv 2509.20203. arxiv.org
- Kompas.id. Over Half of Population Unable to Consume Nutritious Food, 9 Desember 2022. kompas.id
- Universitas Gadjah Mada. Masyarakat RI Sulit Mengonsumsi Pangan Sehat, Berikut Tanggapan Pakar UGM. ugm.ac.id
- Visual Capitalist. Mapped: The 3 Billion People Who Can’t Afford a Healthy Diet. visualcapitalist.com
- Journalarta. Kurs USD IDR Hari Ini 5 Oktober 2026 (kurs JISDOR Bank Indonesia). journalarta.com
