Tempe Mendunia Di setiap sudut pasar tradisional Indonesia, tempe sudah menjadi pemandangan biasa. Potongan tempe berbungkus daun pisang atau plastik, dengan harga terjangkau, hampir selalu ada di keranjang belanja masyarakat. Namun siapa sangka, makanan yang selama ini sering dipandang sederhana justru sedang mendunia, bahkan dilabeli sebagai “superfood” oleh pasar internasional.
Di Inggris, Amerika Serikat, hingga Australia, tempe kini semakin populer sebagai sumber protein nabati yang sehat, ramah lingkungan, sekaligus lezat. Restoran vegan hingga supermarket besar mulai memasukkan tempe ke menu dan rak etalase mereka. Perjalanan panjang makanan berbahan dasar kedelai fermentasi ini memberi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, negara asalnya.
Tempe Mendunia Apa Itu ?

Tempe adalah produk fermentasi kacang kedelai menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Proses ini menghasilkan tekstur padat, rasa gurih khas, serta kandungan gizi yang tinggi. Tempe kaya akan:
- Protein nabati (19 gram per 100 gram)
- Vitamin B kompleks
- Serat pangan
- Mineral penting seperti zat besi, kalsium, dan magnesium
- Probiotik alami dari hasil fermentasi
Keunggulan inilah yang membuat tempe tidak hanya sekadar makanan murah meriah, tetapi juga memiliki nilai kesehatan yang diakui oleh para pakar gizi internasional.
tambahkan tempe ke Nasi Goreng Kampung Spesial: Resep Klasik yang Selalu Menggugah Selera
Dari Jawa ke Dunia: Sejarah Panjang Tempe Mendunia
![]()
Jejak tempe sudah ada sejak ratusan tahun lalu, terutama di tanah Jawa. Catatan abad ke-16 menyebutkan tempe sebagai makanan rakyat yang lahir dari kreativitas memanfaatkan kedelai. Berbeda dengan tahu (yang berasal dari Tiongkok), tempe benar-benar otentik Indonesia.
Perjalanan ke dunia internasional dimulai pada abad ke-20, ketika ilmuwan Belanda yang tinggal di Jawa melakukan penelitian tentang manfaat tempe. Hasil penelitian inilah yang membuka mata dunia terhadap tempe sebagai sumber protein alternatif. Pada dekade 1970–1980-an, tempe mulai dikenal di Amerika dan Eropa, seiring dengan meningkatnya gerakan vegetarian.
Tren Global: Dari Restoran Vegan Hingga Supermarket Modern
Di London, tempe mendunia hadir dalam berbagai bentuk: potongan siap masak, burger tempe, bahkan snack tempe crispy. Di New York, tempe digunakan sebagai pengganti daging dalam taco, sandwich, dan stir fry. Supermarket besar seperti Tesco, Whole Foods, dan Sainsbury’s kini menyediakan rak khusus tempe dengan berbagai varian rasa.
Kenaikan pamor tempe dipengaruhi oleh dua faktor utama:
- Lonjakan gaya hidup vegan & vegetarian – masyarakat global mencari sumber protein nabati yang sehat.
- Kesadaran lingkungan – tempe dianggap lebih ramah lingkungan dibanding daging karena proses produksinya menghasilkan jejak karbon yang jauh lebih rendah.
Suara dari Dunia: Mengapa Tempe Disukai?
“Tempe itu fleksibel. Bisa dipanggang, digoreng, atau dipadukan dengan saus Asia maupun Barat. Teksturnya lebih padat daripada tahu, jadi lebih memuaskan.” — Chef vegan, Manchester
Konsumen di Jerman menyebut tempe sebagai “meat replacement” yang lebih alami dibanding produk olahan kedelai lain seperti tofu atau seitan. Influencer kuliner di media sosial pun aktif mempromosikan resep tempe modern, mulai dari tempe BBQ hingga tempe steak.
Tantangan Indonesia: Potensi Besar, Tapi Masih Tertinggal
Ironisnya, sebagian besar produk tempe yang beredar di pasar internasional bukan berasal dari Indonesia. Negara seperti Belanda, Inggris, bahkan Amerika sudah memiliki industri tempe lokal dengan branding modern.
Sementara itu, di tanah air, tempe masih banyak diproduksi oleh pengrajin kecil dengan cara tradisional. Kualitasnya unggul, tapi belum memenuhi standar ekspor skala besar. Faktor penghambat lainnya:
- Keterbatasan teknologi pengemasan (tempe mudah rusak dan harus dijaga kesegarannya)
- Regulasi ekspor pangan yang ketat di negara tujuan
- Minimnya promosi internasional sebagai produk asli Indonesia
Tempe sebagai Diplomasi Kuliner

Tempe mendunia Gerakan seperti “Tempe Movement” dan komunitas diaspora Indonesia di luar negeri aktif mengenalkan tempe ke restoran, festival kuliner, hingga sekolah-sekolah.
Bahkan, UNESCO tengah mempertimbangkan tempe sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia. Jika pengakuan ini tercapai, posisi tempe akan semakin kuat di mata dunia, bukan hanya sebagai makanan, tetapi juga identitas budaya Nusantara.
Masa Depan Tempe: Superfood yang Berkelanjutan
Tempe berpotensi besar menjadi komoditas unggulan di era krisis iklim. Dibandingkan produksi daging sapi, pembuatan tempe membutuhkan air, lahan, dan energi jauh lebih sedikit.
Di Indonesia, generasi muda mulai berinovasi membuat produk turunan tempe seperti:
- Tempe chips dengan rasa kekinian (barbeque, keju, pedas manis)
- Tempe dalam bentuk frozen siap masak untuk pasar ekspor
- Olahan tempe fermentasi lanjutan (tempe saus, tempe spread)
Menggoreng Tanpa Minyak Berlebih: 7 Trik Jitu untuk Gorengan Lebih Kriuk dan Tahan Lama
Tempe Mendunia, Kebanggaan yang Perlu Dijaga
Dari lauk sederhana di meja makan rakyat, tempe mendunia kini naik kelas menjadi ikon pangan global. Dunia menyebutnya superfood, sementara di Indonesia ia tetap jadi menu harian penuh nostalgia.
Tantangan ke depan tempe mendunia adalah bagaimana bangsa ini bisa mengangkat martabat tempe, tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai simbol budaya dan diplomasi kuliner Indonesia.
📺

